Jumat, 05 April 2013

SUKU TOLAKI


Tolaki adalah salah satu suku yang ada di Sulawesi Tenggara.mendiami daerah yang berada di sekitar kabupaten Kendari dan Konawe. Suku Tolaki berasal dari kerajaan Konawe. Dahulu, masyarakat Tolaki umumnya merupakan masyarakat nomaden yang handal, hidup dari hasil berburu dan meramu yang dilaksanakan secara gotong-royong. Hal ini ditandai dengan bukti sejarah dalam bentuk kebudayaan memakan sagu (sinonggi/papeda), yang hingga kini belum dibudidayakan atau dengan kata lain masih diperoleh asli dari alam. Raja Konawe yang terkenal adalah Haluoleo (delapan hari). Masyarakat Kendari percaya bahwa garis keturunan mereka berasal dari daerah Yunan Selatan yang sudah berasimilasi dengan penduduk setempat, walaupun sampai saat ini belum ada penelitian atau penelusuran ilmiah tentang hal tersebut

Kini masyarakat Tolaki umumnya hidup berladang dan bersawah, maka ketergantungan terhadap air sangat penting untuk kelangsungan pertanian mereka. untunglah mereka memiliki sungai terbesar dan terpanjang di provinsi ini. Sungai ini dinamai sungai Konawe. yang membelah daerah ini dari barat ke selatan menuju Selat Kendari.

Suku Tolaki merupakan suku yang tinggal di Kabupaten Kendari san Konawe di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan cerita rakyat, zaman dahulu ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Konawe dengan raja bernama Haluoleo. Nah, dari orang-orang kerajaan ini suku Tolaki berasal.

Di era-era sebelumnya, orang Tolaki adalah sebuah kelompok masyarakat yang nomaden. Mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dan hidup dari hasil buruan atau mencari tempat baru untuk membuka ladang.

Pada dasarnya, orang Tolaki yakin bahwa nenek moyang mereka itu berasal dari sekitar daratan Cina, yakni dari Yunnan dan kemudian bermigrasi ke tempat yang sekarang ditempati. Di dalam tradisi orang Tolaki, ada sebuah petunjuk bahwa penghuni daratan Sulawesi Tenggara yang pertama adalah Toono Peiku (Ndoka). Penghuni pertama ini hidup di dalam gua-gua dan sekam adalah makanannya.

Pada umumnya, orang Tolaki menyebut dirinya sebagai Tolahianga yang berarti orang dari langit;, yakni dari Cina. Dengan demikian, istilah Hiu; di dalam bahasa Cina yang artinya langit; dikaitkan dengan kata Heo (Oheo) di dalam bahasa Tolaki yang artinya terdampar atau ikut pergi ke langit.

Mayoritas orang Tolaki memeluk agama Islam yang telah berkembang di daerah tersebut sejak beberapa abad lalu. Orang-orang Tolaki dikenal sebagai pemeluk agama Islam yang sangat taat. Sementara itu, bahasa keseharian dari orang Tolaki adalah bahasa Tolaki yang merupakan cabang dari bahasa Austronesia dan masih berdekatan dengan bahasa Mekongga.

Dalam hal ini, budaya dan juga bahasa Tolaki banyak mempunyai persamaan dengan budaya serta bahasa Mekongga. Kemungkinan besar orang Tolaki dengan suku Mekongga masih memiliki tali kekerabatan dari sejarah asal mula di masa lalu.

Sumber: Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar